Berita

Berita Properti Terkini

Metland Siap Investasi Rp 520 Miliar

metland-berita

akarta – PT Metropolitan Land (MTLA/Metland) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 520 miliar tahun ini atau naik tipis dibandingkan jumlah belanja modal tahun lalu yang terserap hingga akhir tahun yaitu sekitar Rp 500 miliar.

Direktur Utama Metland, Nanda Widya mengemukakan, alokasi terbesar akan dikucurkan untuk proyek pengembangan Metland Transyogi di Cileungsi, Bogor. Di proyek tersebut perseroan tengah membangun Mall Cileungsi senilai Rp 200 miliar yang direncanakan rampung 2016.

Selain mall, di proyek tersebut perseroan juga tengah membangun sebuah sekolah pariwisata. Tahun ini, apartemen juga akan segera dibangun di kawasan Metland Transyogi. Diperkirakan pembangunan sekitar 1.7000 unit apartemen tersebut akan memakan waktu tiga tahun

“Kita akan bangun apartemen strata yang dimulai semester II-2015, akhir tahun ini lah target kita,” ujar dia di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (16/2).

Lebih lanjut Nanda memaparkan, selain pengembangan kawasan Metland Transyogi, perseroan juga akan fokus untuk membangun kawasan Metland Cyber City. Pembangunan infrastruktur kawasan tersebut ditaksir senilai Rp 150 miliar di luar proyek usaha patungan (joint venture) sektor komersial bersama perusahaan asal Singapura.

Sementara itu, Sekertaris Perusahaan Metland Olivia Surodjo menyebutkan saat ini investor asing tersebut masih dalam tahap uji kelayakan (due dilligence). Saat ini perseroan pun tengah melakukan penjajakan awal terhadap sekitar tiga perusahaan asing yang juga berminat menanamkan modalnya.

“Kami sengaja gandeng mitra asing harapannya dapat membawa banyak tenant luar negeri juga nantinya,” jelas dia.

Nantinya, pembangunan apartemen dan kantor yang ditargetkan untuk kelas menengah ke atas itu akan memakan sekitar 70 persen dari total lahan (gross) seluas 60 ha. Keduanya ditargetkan bisa mulai diluncurkan pada akhir tahun ini atau awal 2016.

“Kita masih belum bisa pastikan kapan launching karena ini terkait dengan perusahaan mitra,” kata dia.

Menurut Olivia, perseroan fokus pada proyek sektor residensial yang sepenuhnya dibangun secara mandiri. Perumahan landed yang dipasarkan seharga Rp 2,5-3 miliar per unitnya tersebut akan mulai dipasarkan pada akhir April 2015.

Pada tahap pertama, perseroan akan menjual 40 unit dari total 80 unit yang berada dalam satu cluster. Nantinya, jumlah cluster yang akan dibangun yakni sebanyak 4 cluster

Sedangkan untuk akuisisi lahan, perseroan tidak menyiapkan dana yang terlalu besar. Hal ini mengingat sulitnya pembebasan lahan terutama di area Jabodetabek.

“ahun ini kita hanya alokasikan dari capex kurang dari Rp 100 miliar untuk akuisisi lahan di Cibitung, harapannya bisa akuisisi sebanyak-banyaknya tapi kami belajar dari pengalaman tahun lalu,” ungkap dia.

Menurut Olivia, saat ini luas lahan yang belum dikuasai oleh Metland adalah seluas 130 hektare (ha). Tahun lalu perseroan hanya mampu mengakusisi total 10 ha lahan di Cibitung. Sehingga dampaknya, dana capex yang mulanya dianggarkan sebesar Rp 630 miliar hanya terserap Rp 500 miliar.

Adapun terkait sumber pendanaan belanja modal tahun ini, perseroan akan melakukan kombinasi antara penggunaan kas internal dan pinjaman bank. “Persentasenya mungkin tidak jauh berbeda, masing-masing 50 persen,” tutur Olivia.

Sebelumnya, Metland telah memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesesar Rp 415 miliar. Sebanyak Rp 250 miliar akan digunakan untuk capex perseroan. Sisanya, akan digelontorkan kepada PT Metropolitan Karya Deka, selaku anak usaha untuk pembangunan Metland Cyber City.

Nuriy Azizah/FER | Sumber : Beritasatu

wordpress theme jazzsurf.com

Leave a Reply

× Chat dengan admin